Industri MLM di Indonesia terus berkembang karena fleksibilitasnya dan dukungan teknologi digital. Namun, derasnya arus komunikasi daring, tuntutan respons cepat, serta sistem insentif berbasis jaringan juga memunculkan tantangan baru, seperti kebingungan informasi dan kelelahan digital. Kondisi inilah yang mendorong peneliti mengkaji bagaimana peran pemimpin digital dan sistem kompensasi memengaruhi kinerja karyawan di perusahaan MLM berbasis teknologi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di PT Milagros Indonesia Megah, perusahaan MLM yang memasarkan produk air minum berenergi dan perawatan kulit berbasis teknologi. Sebanyak 40 informan, mulai dari pimpinan jaringan, manajer operasional, hingga staf pendukung digital, diwawancarai secara mendalam. Observasi aktivitas kerja daring dan analisis dokumen perusahaan juga dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital yang efektif ditandai oleh komunikasi virtual yang jelas, kemampuan menyaring informasi penting, penggunaan data penjualan secara real-time, serta empati digital melalui pesan pribadi dan pendampingan daring. Praktik ini membantu karyawan memahami target kerja, beradaptasi dengan teknologi, dan tetap termotivasi meski bekerja dalam tekanan digital.
Di sisi lain, sistem kompensasi yang adil dan transparan menjadi penguat utama motivasi kerja. Melalui dashboard digital, karyawan dapat memantau komisi, bonus, dan capaian jaringan secara langsung. Transparansi ini meningkatkan rasa keadilan, kepercayaan, dan loyalitas. Meski demikian, peneliti mencatat bahwa karyawan baru masih memerlukan pendampingan khusus untuk memahami skema kompensasi yang relatif kompleks.
Temuan utama penelitian ini antara lain:
- Kepemimpinan digital meningkatkan kejelasan arahan kerja dan responsivitas tim.
- Kompensasi berbasis kinerja yang transparan memperkuat motivasi dan kepuasan kerja.
- Sinergi kepemimpinan digital dan kompensasi berdampak pada peningkatan produktivitas, kualitas kerja, dan kecepatan koordinasi.
Menurut Rivaldi Ramadhan, pemimpin tidak cukup hanya menguasai teknologi. “Kemampuan menyampaikan arahan secara jelas, memberi dukungan emosional, dan memanfaatkan data digital secara adil menjadi kunci menjaga kinerja karyawan di era digital,” jelasnya. Ima Amaliah menambahkan bahwa transparansi kompensasi berbasis teknologi membuat hubungan kerja lebih sehat dan profesional.
Implikasi penelitian ini luas. Bagi dunia usaha, khususnya industri MLM dan penjualan langsung, hasil riset ini menjadi rujukan penting dalam merancang strategi kepemimpinan dan sistem insentif yang adaptif terhadap era digital. Bagi pembuat kebijakan dan praktisi SDM, temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital dan keadilan kompensasi untuk menjaga keberlanjutan kinerja tenaga kerja.
Profil Penulis
- Rivaldi Ramadhan, S.M. – Universitas Islam Bandung
- Dr. Ima Amaliah, S.E., M.Si. – Universitas Islam Bandung
- Dr. Nunung Nurhayati, S.E., M.Si. – Universitas Islam Bandung
Sumber Penelitian
Ramadhan, R., Amaliah, I., & Nurhayati, N. (2026). The Influence of Digital Leadership and Compensation on Employee Performance at Direct Selling Company. International Journal of Management Analytics, Vol. 4 No. 1. DOI: 10.59890/ijma.v4i1.285.
Link Jurnal : https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma

0 Komentar