FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Strategi Konten TikTok dan Instagram Terbukti Naikkan Brand Awareness Produk HR Digital Kolabo. Temuan ini diungkapkan oleh Rikoh Gita Marfonda dan RR. Siti Muslikhah dari Universitas Islam Indonesia dalam artikel ilmiah yang terbit di Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menegaskan bahwa storytelling, konten POV, serta pendekatan edukatif menjadi kunci keberhasilan pemasaran digital di era media sosial.
Penelitian yang dilakukan oleh Rikoh Gita Marfonda dan RR. Siti Muslikhah dari Universitas Islam Indonesia (UII) mengulas secara mendalam bagaimana strategi konten media sosial berperan dalam membangun brand awareness Kolabo. Studi ini menjadi relevan karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna media sosial tercepat, dengan lebih dari 220 juta pengguna internet aktif.
Tantangan Brand HR Digital di Pasar Kompetitif
Kolabo hadir sebagai solusi manajemen SDM yang menawarkan fitur absensi pintar, penggajian otomatis, manajemen proyek, komunikasi tim terenkripsi, dan penyimpanan data berbasis cloud. Namun, sebagai pemain baru, Kolabo harus bersaing dengan platform yang lebih dulu dikenal seperti Talenta, BambooHR, dan GajiHub.
Rendahnya tingkat pengenalan merek menjadi tantangan utama. Konsumen digital saat ini tidak cukup hanya ditawari fitur teknis, tetapi juga membutuhkan kedekatan emosional dan relevansi dengan keseharian mereka. Di sinilah peran konten media sosial menjadi krusial.
Metode Penelitian: Mengamati Konten dan Interaksi Nyata
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, berfokus pada akun resmi Instagram dan TikTok Kolabo selama periode kampanye digital. Data dikumpulkan melalui:
- Observasi konten unggahan (video, gambar, teks).
- Analisis engagement (views, likes, komentar, dan share).
- Wawancara mendalam dengan tim internal Kolabo.
- Wawancara dengan pengguna aktif aplikasi.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat langsung hubungan antara jenis konten, respons audiens, dan pembentukan persepsi merek.
Hasil Penelitian yang Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten storytelling dan point of view (POV) menjadi format paling efektif dalam meningkatkan engagement dan brand recall, terutama di TikTok.
Beberapa temuan penting antara lain:
- Video POV tentang realitas kerja HR, seperti absensi manual dan beban administrasi, memperoleh engagement tertinggi.
- Konten hiburan dengan konteks pekerjaan lebih banyak dibagikan dibanding konten promosi langsung.
- Konten teknis dan demo aplikasi cenderung memiliki engagement lebih rendah, terutama di TikTok.
Salah satu tim konten Kolabo menjelaskan bahwa pendekatan problem–solution lebih efektif dibanding promosi langsung. Konten dimulai dari masalah sehari-hari yang dialami pekerja, lalu secara alami memperkenalkan Kolabo sebagai solusi.
Dampak dan Implikasi Praktis
Temuan ini memiliki implikasi luas, khususnya bagi:
- Perusahaan rintisan (startup) yang ingin membangun merek dengan anggaran terbatas
- Pelaku B2B digital yang sering terjebak pada konten teknis
- Pendidik dan praktisi pemasaran digital yang mengembangkan strategi berbasis media sosial
Penelitian ini menegaskan bahwa brand awareness tidak dibangun melalui promosi agresif, melainkan melalui konsistensi, relevansi, dan kedekatan emosional dengan audiens.
Profil Penulis
Sumber Penelitian

0 Komentar