Efektivitas Pelatihan dalam Sosialisasi Visi, Misi, dan Budaya Organisasi dalam Meningkatkan Pemahaman dan Komitmen Karyawan


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Pelatihan Internal Terbukti Menguatkan Pemahaman dan Komitmen Karyawan Eyelink Group. Temuan ini diungkapkan oleh Arika Winda Azzaroh, Yanto Prasetyo, dan Diah Sofiah dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam artikel ilmiah yang terbit di Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur dapat menjadi kunci kesiapan organisasi kesehatan menghadapi ekspansi nasional.

Penelitian yang dilakukan oleh Arika Winda AzzarohYanto Prasetyo, dan Diah Sofiah dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyoroti visi, misi, dan budaya bukan sekadar slogan, tetapi fondasi perilaku kerja yang menentukan kualitas layanan dan daya saing perusahaan, terutama di sektor kesehatan yang sangat bergantung pada konsistensi layanan dan profesionalisme sumber daya manusia.

Komitmen Karyawan Eyelink Group
Eyelink Group merupakan perusahaan layanan kesehatan mata yang tengah berkembang pesat sejak 2022. Dari awalnya beroperasi secara lokal, perusahaan ini bertransformasi menjadi jaringan layanan kesehatan mata lintas wilayah. Perluasan skala bisnis tersebut menuntut keselarasan sistem kerja, standar layanan, dan budaya organisasi agar seluruh unit bergerak dalam arah yang sama. Namun, proses sosialisasi visi dan misi baru perusahaan sebelumnya hanya dilakukan melalui pertemuan town hall, sehingga pemahaman karyawan dinilai belum merata.

Pendekatan Studi Kasus di Organisasi Kesehatan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada kantor pusat Eyelink Group PT Sarana Sehat Utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola pelatihan, instruktur, dan karyawan peserta pelatihan, disertai observasi langsung serta telaah dokumen internal perusahaan.

Untuk menilai efektivitas pelatihan, para peneliti menerapkan Model Evaluasi Pelatihan Kirkpatrick, sebuah kerangka evaluasi yang menilai pelatihan melalui empat tingkat: respons peserta, peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan dampak organisasi. Model ini banyak digunakan dalam pengembangan sumber daya manusia karena mampu menggambarkan hasil pelatihan secara menyeluruh, dari persepsi hingga dampak nyata.

Hasil Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan sosialisasi visi, misi, dan budaya organisasi di Eyelink Group berjalan efektif pada seluruh tingkat evaluasi.

Pertama, respons peserta sangat positif. Karyawan menunjukkan antusiasme tinggi dan menilai materi pelatihan relevan dengan kebutuhan perusahaan yang sedang bersiap melakukan ekspansi nasional. Pelatihan dinilai membantu mereka memahami arah strategis perusahaan dan peran masing-masing individu dalam mendukung transformasi tersebut.

Kedua, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Setelah mengikuti pelatihan, karyawan mampu menjelaskan kembali tujuan ekspansi Eyelink Group, standar layanan kesehatan mata yang ingin dicapai, serta nilai-nilai budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten di seluruh cabang. Pemahaman ini memperkuat keterkaitan antara tugas harian karyawan dengan tujuan jangka panjang perusahaan.

Ketiga, perubahan perilaku mulai terlihat dalam praktik kerja sehari-hari. Peneliti mencatat adanya peningkatan disiplin kerja, kolaborasi lintas divisi yang lebih baik, serta komunikasi internal yang lebih efektif. Nilai-nilai budaya organisasi tidak lagi berhenti pada konsep, tetapi mulai tercermin dalam cara karyawan bekerja dan berinteraksi.

Keempat, dampak organisasi muncul dalam bentuk komitmen dan kesiapan ekspansi. Pelatihan berkontribusi pada meningkatnya loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan. Konsistensi layanan kepada pasien juga membaik, yang menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan mata Eyelink Group.

Relevansi bagi Dunia Usaha dan Layanan Kesehatan

Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan internal bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen strategis dalam manajemen perubahan organisasi. Dalam konteks layanan kesehatan, keselarasan nilai dan perilaku karyawan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

Peneliti menekankan bahwa organisasi yang sedang tumbuh cepat berisiko menghadapi konflik nilai dan ketidaksinkronan kerja jika proses internalisasi budaya tidak dirancang secara sistematis. Pelatihan yang terstruktur dan dievaluasi secara menyeluruh dapat mencegah risiko tersebut sekaligus memperkuat kesiapan organisasi menghadapi persaingan nasional.

Penelitian ini juga memberikan rujukan praktis bagi pimpinan perusahaan, khususnya di sektor jasa dan kesehatan, untuk merancang program pelatihan yang berkelanjutan. Evaluasi rutin dan pendampingan lanjutan, seperti mentoring dan coaching, dinilai penting agar nilai organisasi benar-benar tertanam dalam jangka panjang.

Profil Penulis

Arika Winda Azzaroh, S.M. – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Bidang keahlian: Manajemen sumber daya manusia dan pengembangan organisasi

Yanto Prasetyo, M.M. – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Bidang keahlian: Manajemen strategis dan pelatihan organisasi

Diah Sofiah, M.M. – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Bidang keahlian: Perilaku organisasi dan budaya kerja

Sumber Penelitian

Azzaroh, A. W., Prasetyo, Y., & Sofiah, D. (2026). The Effectiveness of Training on the Socialization of Organizational Vision, Mission, and Culture in Enhancing Employee Understanding and Commitment. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 1, 109–118.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.539
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar