Lombok Tengah dikenal sebagai kawasan strategis dengan dukungan sektor pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Namun, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lulusan SMK di wilayah ini masih cenderung menjadi pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja. Padahal, pendidikan vokasi dirancang untuk menyiapkan lulusan yang mandiri, terampil, dan berjiwa wirausaha.
Peneliti mencatat bahwa salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah pendidikan kewirausahaan yang belum sepenuhnya terhubung dengan realitas ekonomi digital. Tanpa keterampilan digital yang memadai, pengetahuan kewirausahaan sering kali berhenti di ruang kelas dan tidak berlanjut menjadi niat maupun tindakan usaha nyata.
Pendekatan Survei terhadap 199 Siswa SMK
Studi ini melibatkan 199 siswa SMK dari dua sekolah negeri di Praya Tengah, Lombok Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik modern untuk melihat hubungan antara empat faktor utama: pendidikan kewirausahaan, pola pikir wirausaha, literasi digital, dan niat berwirausaha.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat bukan hanya pengaruh langsung antarvariabel, tetapi juga peran literasi digital sebagai faktor penghubung yang memperkuat dampak pendidikan dan mindset kewirausahaan terhadap niat berwirausaha siswa.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang konsisten dan signifikan antarvariabel utama. Temuan kunci dapat diringkas sebagai berikut:
- Pendidikan kewirausahaan meningkatkan niat berwirausaha siswa, meskipun pengaruhnya relatif lebih kecil dibanding faktor lain.
- Pola pikir wirausaha memiliki pengaruh kuat, terutama dalam mendorong kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko.
- Literasi digital berperan sebagai penguat utama, baik secara langsung maupun sebagai mediator.
- Siswa dengan literasi digital yang baik lebih percaya diri memulai usaha, memanfaatkan media sosial, dan melihat peluang bisnis berbasis teknologi.
- Kombinasi mindset wirausaha dan literasi digital menjadi faktor paling dominan dalam membentuk niat berwirausaha.
Analisis menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen variasi niat berwirausaha siswa dapat dijelaskan oleh kombinasi pendidikan kewirausahaan, pola pikir wirausaha, dan literasi digital.
Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi pengelola SMK, pendidik, dan pembuat kebijakan. Pendidikan kewirausahaan dinilai perlu dirancang lebih kontekstual dan berbasis pengalaman, dengan integrasi teknologi digital sebagai bagian inti pembelajaran.
Bagi pemerintah daerah dan pusat, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penguatan kebijakan pengembangan wirausaha muda, khususnya melalui:
- Pelatihan guru berbasis kewirausahaan digital.
- Kurikulum kewirausahaan yang terhubung dengan praktik bisnis daring.
- penciptaan ekosistem wirausaha muda di lingkungan sekolah vokasi.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong transformasi lulusan SMK dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja di era ekonomi digital.
Profil Singkat Penulis
Sudarmiatin, Ph.D., adalah dosen Universitas Negeri Malang dengan
Bidang keahlian: manajemen dan kewirausahaan pendidikan.
Dwi Wulandari, Ph.D., merupakan akademisi Universitas Negeri Malang
Bidang Keahlian: fokus pada ekonomi pendidikan dan perilaku wirausaha.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.15700
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
.png)
0 Komentar